CIRI NASIONALISME INDONESIA
Oleh : Yanuar Iwan. S.
Indonesia bangsa yang besar mulai dari wilayah, jumlah penduduk, heterogenitas, budaya, dan dari sisi sejarahnya. Sejarah Indonesia membentuk pondasi nasionalisme mulai dari perjuangan para pemuka agama, kaum intelektual, dan perjuangan bersenjata dalam revolusi fisik (1945-1949). Nasionalisme atau perasaan kebangsaan menemukan bentuknya dalam proses dan tahapan revolusi dengan pengorbanan harta, jiwa dan raga, nasionalisme mengikatkan diri dalam hubungan darah antara manusia dengan nusa dan bangsanya. Indonesia memiliki jiwa nasionalisme dengan ciri tertentu yang membedakannya dengan nasionalisme negara lain, nasionalisme Indonesia terdiri dari:
1. Nasionalisme Universal adalah nasionalisme yang bertujuan membentuk karakter masyarakat dunia yang saling menghargai, menghormati, menjunjung hukum internasional atas dasar kemerdekaan dan perdamaian abadi. Nasionalisme Indonesia sangat berbeda dengan pemahaman ultra nasionalisme yang dikembangkan Zionis Israel, Partai Nazi Jerman di bawah Hitler, Fasisme Italia Benito Musolini, dan Fasisme militer Jepang. Nasionalisme Indonesia dasarnya adalah penghargaan terhadap kemerdekaan, kemanusiaan, anti penindasan, dalam konsep keadilan dan kesetaraan antar bangsa.
2. Nasionalisme Menggerakkan adalah nasionalisme Indonesia yang bukan saja melawan kejahatan dan penindasan akan tetapi nasionalisme dengan mewujudkan perbuatan baik demi kehormatan dan martabat bangsa. Seperti yang dilakukan Veddriq Leonardo dan Rizki Juniansyah dengan mmpersembahkan medali emas Olimpiade Paris di cabang Panjat tebing dan Angkat besi.
3. Nasionalisme Egaliter (kesetaraan) sikap dan tindakan kesetaraan untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan dalam bentuk solidaritas sosial seperti yang di tunjukan Sultan HB IX, alkisah, seorang tukang bakul beras dari Kaliurang, Yogyakarta, menghentikan jip yang tengah meluncur keselatan. Tukang bakul beras ini hendak berjualan di Pasar Kranggan. Ia biasa menumpang kendaraan yang lewat. Begitu jip berhenti, ia menyuruh sopir menaikkan karung-karung berasnya. Sesampainya di pasar, sopir pun menurunkan karung-karung itu.
Namun, ketika si mbok bakul hendak membayar ongkosnya, dengan sopan si sopir menolak. Sang tukang bakul pun marah-marah, mengira sopir meminta bayaran lebih. Sopir itu, tanpa berkata apapun, segera melajukan jipnya. Polisi yang melihat kejadian itu mendekati tukang bakul beras yang tengah marah-marah. "Tahu siapa sopir tadi?"tanya polisi itu. Tukang bakul beras itu menjawab, "SOPIR ya sopir. Tidak perlu tahu namanya. Memang sopir yang satu ini agak aneh." Polisi lalu memberitahu dia, bahwa sopir tadi adalah Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Raja Ngayogyakarta. Mendengar hal itu pingsanlah si mbok tadi (Tahta untuk Rakyat; biografi Sri Sultan HB IX, SK Trimurti).
Nasionalisme kesetaraan juga di tunjukkan Bung Karno ketika berpolemik dengan Mohammad Natsir mengenai Islam sebagai Way of Life. kesediaan Bung Karno untuk mendengar, menyimak, membaca pikiran-pikiran Natsir yang kala itu menggunakan nama samaran patut di apresiasi.
4. Nasionalisme Untuk Kepentingan Rakyat adalah nasionalisme mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi dan golongan. Seperti yang dilakukan John Lie yang berjuang bertaruh maut menyelundupkan persenjataan untuk TNI dan gerilyawan republik dari Singapura ke Indonesia, bagi John Lie tidak ada batas pembeda antara keturunan China dan pribumi. batas pembeda terletak pada sikap patriotisme dan pengkhianatan, korupsi dan merugikan kepentingan nasional.
5. Nasionalisme yang Membebaskan, nasionalisme yang membebaskan dari tirani, penindasan, aroganisme kekuasaan, dan oligarkhi seperti nasionalisme yang di tunjukkan oleh para mahasiswa yang berdemonstrasi menentang revisi UU pilkada oleh DPR yang terindikasi menguntungkan salah satu calon kepala daerah dan perjuangan mahasiswa dalam reformasi 98.
Semangat nasionalisme adalah semangat perjuangan, semangat rela berkorban, semangat idealisme, yang mengesampingkan ego dan kepentingan pribadi, semangat anti korupsi, semangat kejujuran, dan hidupkan dan gelorakanlah kembali semangat tersebut.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar